Hafidz dan Scientist: Thaura, Santri Al Wafi yang Menyatukan Al-Qur’an dan Prestasi Sains
Prestasi luar biasa kembali ditorehkan oleh salah satu santri Al Wafi International Islamic Boarding School. Adalah Ardifta Muhammad Thaura Susilo, atau akrab disapa Thaura, santri kelas 12 Al Wafi, yang berhasil membuktikan bahwa menghafal Al-Qur’an dan berprestasi di bidang sains bukanlah dua hal yang saling meniadakan.
Dengan penuh syukur dan kebanggaan, Thaura telah menyelesaikan ziyadah hafalan Al-Qur’an 30 juz, sekaligus meraih Juara 1 Olimpiade Kimia tingkat Nasional.
Hafal Al-Qur’an 30 Juz, Menguatkan Disiplin dan Karakter
Menghafal 30 juz Al-Qur’an bukanlah perjalanan singkat. Dibutuhkan kedisiplinan tinggi, konsistensi, dan ketekunan. Proses inilah yang menjadi fondasi kuat dalam membentuk karakter Thaura sebagai pembelajar yang tangguh.
Di Al Wafi, Al-Qur’an tidak ditempatkan sebagai beban, melainkan sebagai pendamping utama dalam menata hidup dan menumbuhkan tanggung jawab diri. Hafalan bukan sekadar target angka, tetapi proses pembinaan jiwa.
Berprestasi sebagai Scientist Kimia Tingkat Nasional
Tak hanya unggul dalam tahfidz, Thaura juga menunjukkan prestasi gemilang di bidang akademik. Minatnya yang besar pada ilmu kimia, disertai dengan ketekunan belajar yang tinggi, membawanya meraih Juara 1 Olimpiade Kimia tingkat Nasional.
Capaian ini menegaskan bahwa santri mampu bersaing di level nasional, bahkan dalam bidang sains yang menuntut logika, analisis, dan pemahaman mendalam.
Hafidz & Scientist: Dua Jalan, Satu Tujuan
Al Wafi meyakini bahwa hafalan Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan modern bukan dua kutub yang saling bertentangan. Justru, keduanya dapat berjalan berdampingan dan saling menguatkan.
- Al-Qur’an menumbuhkan akhlak dan keteguhan iman
- Sains mengasah logika, rasa ingin tahu, dan daya analisis
Keduanya berpadu untuk satu tujuan besar: mencetak generasi beriman, berilmu, dan berdampak bagi umat dan bangsa.
Peran Umi dan Abi dalam Kesuksesan Santri
Di balik setiap keberhasilan santri, selalu ada peran besar keluarga. Dukungan, doa, dan keikhlasan Umi dan Abi menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan Thaura hingga hari ini.
Sebagaimana tergambar dalam momen penuh haru, keberhasilan seorang anak juga menjadi mahkota kebanggaan bagi orang tua.
Al Wafi: Menyinarinya, Bukan Menyeragamkannya
Setiap santri memiliki potensi yang berbeda. Di Al Wafi, potensi itu disinari dan dikembangkan, bukan diseragamkan.
Thaura adalah salah satu contoh nyata bahwa santri dapat tumbuh sesuai bakat dan cita-citanya, tanpa harus melepaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
Pendaftaran Santri Baru Gelombang 2 telah dibuka.
Saatnya membersamai anak-anak hebat untuk menggapai cita-cita dunia dan akhirat, dalam lingkungan pendidikan yang menumbuhkan iman, ilmu, dan prestasi.
About Faisal IT
A passionate writer sharing insights and stories with the world.
View all posts by Faisal IT