Edupreneurship Al Wafi: Menumbuhkan Karakter Entrepreneur Santri melaluiPembelajaran Mendalam Hidroponik
Di tengah tantangan zaman yang menuntut kemandirian, kreativitas, dan daya juang tinggi,pendidikan tidak lagi cukup hanya berfokus pada aspek kognitif semata. Al Wafi InternationalIslamic Boarding School (IIBS) menjawab tantangan ini melalui kegiatan Edupreneurship,sebuah pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan nilai kewirausahaan denganpembelajaran berbasis pengalaman dan nilai-nilai keislaman. Salah satu wujud nyatanyaadalah kegiatan menanam sayuran hidroponik, yang menjadi sarana pembelajaranmendalam (deep learning) bagi para santri.

Kegiatan hidroponik di Al Wafi IIBS tidak sekadar mengajarkan cara menanam sayur. Sejaktahap awal, santri dilibatkan secara aktif mulai dari perencanaan, penyemaian bibit,perawatan tanaman, hingga proses panen dan pemasaran. Proses ini menuntut santri untukmemahami konsep ilmiah seperti pertumbuhan tanaman, nutrisi, dan manajemenlingkungan, sehingga aspek kognitif mereka berkembang secara kontekstual dan bermakna.Pengetahuan tidak lagi bersifat hafalan, tetapi lahir dari pengalaman nyata yang merekaalami sendiri.
Lebih dari itu, kegiatan ini membentuk keterampilan (skill) santri. Mereka belajar bekerjasecara tim, mengelola waktu, memecahkan masalah ketika tanaman tidak tumbuh optimal,serta mengambil keputusan secara mandiri. Ketika menghadapi kegagalan misalnyatanaman menguning, dimakan ulat atau hasil panen yang belum maksimal santri dididikuntuk tidak mudah menyerah. Dari sinilah tumbuh karakter pantang menyerah dan beranimencoba, dua nilai utama dalam jiwa entrepreneur.

Kegiatan hidroponik juga menjadi ruang tumbuhnya kreativitas dan inovasi. Santri didoronguntuk berpikir kritis: bagaimana meningkatkan kualitas tanaman, bagaimana mengemashasil panen agar menarik, hingga bagaimana menentukan strategi penjualan. Merekabelajar bahwa menjadi entrepreneur bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga tentangproses berpikir kreatif dan keberanian mengambil risiko yang terukur.
Ketika hasil panen berhasil dan sayuran hidroponik laris manis di pasaran, santri merasakanlangsung buah dari kerja keras mereka. Namun, Al Wafi tidak berhenti pada capaian materisemata. Keberhasilan ini diarahkan sebagai sarana pendidikan karakter spiritual, denganmenanamkan pemahaman bahwa semua keberhasilan adalah nikmat dari Allah SubhanahuWata’ala. Santri diajak untuk merenungkan bahwa usaha, ilmu, dan kerja keras harus selaludisertai dengan doa dan rasa syukur.

Nilai syukur diajarkan bukan hanya melalui ucapan, tetapi juga melalui sikap: menjagaamanah, tidak sombong atas keberhasilan, serta berbagi manfaat dengan orang lain.Dengan demikian, kegiatan Edupreneurship hidroponik di Al Wafi IIBS mendidik santrisecara holistik, mengintegrasikan kecerdasan intelektual, keterampilan praktis,pembentukan karakter entrepreneur, dan penguatan nilai keimanan.
Melalui pembelajaran mendalam seperti ini, Al Wafi IIBS membuktikan bahwa pendidikanpesantren mampu melahirkan generasi santri yang berilmu, terampil, berkarakter kuat, dan siap menjadi insan mandiri yang berkontribusi positif bagi masyarakat, tanpa kehilangan jatidiri sebagai hamba Allah yang senantiasa bersyukur.
About Faisal IT
A passionate writer sharing insights and stories with the world.
View all posts by Faisal IT